
Kinerja interlining
Sifat fisik interlining adalah ketebalan, elastisitas, suhu setrika dan tekanan yang diperlukan untuk menyetrika.
1. Interlining dan tenunan yang tidak ditenun memiliki ketebalan yang berbeda. Seperti kain, ketebalan interlining sulit diukur, dan hanya dapat dinilai dengan persepsi visual dan sensorik. Biasanya, ketebalan interlining diklasifikasikan menjadi tiga jenis: tipis, sedang dan tebal.
2. Ada dua jenis elastisitas dalam tenunan interlining, satu adalah elastisitas kain interlining yang ditenun dengan bahan benang elastis, dan yang lainnya adalah tingkat peregangan karena adanya celah dalam menenun dua sistem warp dan pakan karena peregangan; Tidak ada elastisitas spun interlining adalah peregangannya sendiri.
3. Suhu setrika interlining mengacu pada suhu di mana viscose interlining dipanaskan dan meleleh. Biasanya, interlining memiliki dua jenis: interlining suhu tinggi dan interlining suhu rendah.
4. Ketegasan interlining pada kain terkait dengan suhu setrika interlining, tekanan yang diperlukan untuk interlining disetrika, dan panjang waktu setrika. Biasanya, tekanan setrika dari lapisan suhu tinggi relatif besar, dan waktu setrika relatif lama; Sebaliknya, tekanan setrika dari lapisan suhu rendah relatif kecil, dan waktu setrika relatif singkat.
Hubungan yang cocok antara kinerja interlining dan kinerja kain
Hubungan pencocokan antara kinerja interlining dan kinerja kain merupakan faktor penting dalam pemilihan interlining. Sifat fisik kain termasuk elastisitas kain, tirai kain, ketahanan panas kain, dll. Sifat -sifat ini terkait erat dengan setrika interlining.
1. Hubungan antara ketebalan kain dan ketebalan interlining proporsional. Kain pakaian musim gugur dan musim dingin relatif tebal, dan interlining yang digunakan relatif tebal, terutama tenunan antar; Sebaliknya, kain pakaian musim semi dan musim panas lebih tipis, dan interliningnya relatif tipis.
2. Hubungan antara elastisitas kain dan elastisitas interlining juga proporsional. Peregangan kain harus memilih interlining elastis yang sesuai, dan kain dengan peregangan harus memilih interlining dengan peregangan, sehingga mempertahankan karakteristik asli kain.
3. Hubungan antara tirai kain dan interlining terutama dimanifestasikan dalam: Interlining lembut dan elegan relatif lembut; Siluet yang berlebihan dan geometris adalah interlining yang kaku dan tebal.
4. Hubungan antara ketahanan panas kain dan suhu setrika interlining. Terutama: kain dengan ketahanan panas yang kuat menggunakan interlining dengan suhu setrika tinggi; Kain dengan ketahanan panas rendah menggunakan interlining dengan suhu setrika rendah.
